Thursday, 28 April 2016

Beberapa hari yang lalu gue sempat kumpul dengan teman-teman Pena Blogger Banua. Di sela-sela obrolan, Adittya regas cerita kalau dia di undang untuk menjadi Mentor di acara Telkomsel Digital Academy. Dia cerita kalau bakal mengisi kelas blogger.  Waktu itu ekspresi gue langsung bengong penuh tanda tanya, waktu tau kalau dia bakal di undang dan berpikir “kok bisa sih manusia ini diundang?” . Tapi, karena acara masih lama. Gue gak terlalu nanggapin apa si adit bilang.


***
Setelah Ujian selesai, gue diberikan liburan panjang banget sama sekolah untuk menunggu hasil kelulusan. Bener kata orang-orang, kalau Ujian ibarat gebetan yang paling ngegantung. Gimana gak? Yang Ujian cuman 4 hari. Terus musti nunggu selama 1-2 bulan. Tapi karna penting banget, harus di tungguin. Tau deh kalau gebetan, penting kagaknya . . .

Selama liburan, kerjaan gue banyak gak jelas tetapi tetap punya tujuan yaitu, fokus menganggur. Beberapa hari libur, Adit hubungi gue buat ngajak ketemuan karena ada yang di bicarakan. Setelah ketemu. Kami ngobrol dan Adit nawarin gue untuk ikut menjadi mentor menemani dia di Telkomsel Digital Academy. Wow! Tentunya gue langsung menge-iyakan ajakan ini. Pengangguran cuy dapat kerja pasti tanpa pikir panjang dung. Haha . . .


Wednesday, 20 April 2016

Hallo semua warga blogger! Dan hallo semua yang habis UN...sehat?


Gue mau cerita sedikit tentang kehidupan setelah Ujian. Gak ada yang berubahan total sih, gue tetep aja jomblo-jomblo juga sebelum Ujian atau sesudah. Tapi kayaknya semua siswa’i yang habis Ujian, bakal mengalami fase baru dalam hidupnya.


Maksud gue mengalami fase baru dalam hidupnya adalah Siswa’i bakal gak ngerasain gimana dikejar waktu untuk datang ke sekolah, gimana susahnya bangun pagi buat berangkat sekolah, atau dihukum gara-gara ketauan bolos. Hhmm.. yang terakhir itu kayaknya bukan gue



Siswa’i yang telah Ujian gak akan merasakan itu lagi, bahkan ada yang gak punya kelas lagi, kayak gue contohnya. Dan kerjaan siswa’i setelah Ujian adalah LIBUR PANJANG.

Denger kata Libur bagi sebagian siswa’i itu seperti ketemu duit 50 ribu di jalan waktu bulan tua. Berkah

Tapi setelah beberapa hari libur panjang ini, gue langsung nyeletuk “kok gak seru amat ya?!” .  iyaa...gak ada serunya. Kerjaan gue selama libur ini cuman di rumah doang. Alhasil selama liburan ini gue banyak tidur, nulis blog, dan nonton sinetron galau. Sampai baper sendiri

Karena sedikit kegiatan. Gue lebih banyak ngehabisin waktu di rumah dan beberapa hari ini lagi keranjingan buat nulis di blog, ngurusin blog gue. Kayak, cek comment, blogwalking, liat jendela-jendela di blog, bersihin dinding sama sapu-sapu teras di blog. Eh, ini rumah atau blog sih . . .

Wednesday, 13 April 2016

Kalau bicara zaman sekarang dan zaman dimana gadget dan smartphone sudah menguasai dunia, Sudah pasti banyak yang berbeda. Dari sifat, gaya hidup, pergaulan, bahkan pendidikan. Di antara perubahan itu ada yang mengarah ke arah yang lebih baik ataupun sebaliknya. Salah perubahan negatif nya, sifat simpati dan empati sekarang semakin kecil.



Waktu itu gue pulang sekolah lebih cepat biasanya, karena ada acara disekolah. Dengan angin deras berhembus melewati kulit, gue tau bakal segera hujan. Khawatiran gue muncul, karena di tas ada laptop. Karena takut Laptop rusak gara-gara desktop keisi air, Gue pun bergegas ngepacu kendaraan, biar sampai rumah sebelum hujan. Tapi, baru seperempat jalan, gerimis sudah membahasi jalanan.

Yang begonya, gue malah makin kenceng nge-gas motor (tau aja jalanan licin tapi malah tambah cepet). Samping kiri-kanan banyak orang yang berteduh, beda sama gue yang makin kenceng aja bawa motor karena liat jalanan tambah sepi. Sejenis aneh gitu ya

Ketika sampai di perempatan jalan, gue liat lampu masih hijau. Agak punya firasat juga sih kalau lampu merah mendadak nanti bisa langgar lalu lintas, apalagi di perempatan itu terdapat pos polisi yang terkenal angker. Tapi bodo amat lah, dari pada hujan makin. Gue pun makin cepat . . . . dan . . . . . DANG!!! LAMPU LANGSUNG MERAH. Gue langsung ngerem kanan dan kiri. Gue kuat banget megang rem. Dan. . . . . BRUKKK!! Gue jatuh dari kendaraan.

Gue jatuh keseret gitu, gara-gara rem mendadak tadi. Jaket yang di badan gue langsung robek. Padahal jaket itu tebelnya udah kayak baju astronot. Kebayang gak? Gimana gue jatuhnya. Yang mirisnya lagi. gue jatuh di perempatan , yang bisa di bilang itu perempatan di pusat kota.

Ketika gue jatuh, gue inget banget waktu itu sedang ramenya orang di jalan atau di pinggir jalan. Tapi malah gak satupun yang nge-bantu gue. Malahan orang malah ada yang diam aja waktu gue jatuh. Astaga, Nasib Jomblo kok gini amat ya. Ngenest

Sejak itu, gue sadar kalau empati zaman sekarang sudah hilang. Kayak orang lebih mentingin kepentingan pribadinya masing-masing. Tanpa memperdulikan di sekitarnya. Contohnya aja, sekarang jarang menawarkan bantuan ketika liat orang sedang mengirit kendaraan di pinggiran jalan. Bisa aja orang tersebut kehabisan bensin ketika dijalan.

Tapi asumsi tentang zaman sekarang yang empati gue terbantahkan. Waktu itu gue sedang jalan-jalan di kampung nenek makai kendaraan yang bisa di bilang sudah tua. Dengan alat pengukur bensin yang sudah tidak berfungsi lagi.

Sebelum gue bawa kendaraan itu, gue tanya dulu bensinnya masih banyak atau belum. Kata nya masih banyak. Gue gak tau deh masih banyak itu seberapa. Bisa aja tinggal 2 sendok teh bensin.
Selama perjalanan, si kendaraan ini masih tidak menunjukkan gejala apa-apa. Baru aja gue bilang gitu, kendaraan udah mulai mogok-mogok gak jelas. Gue langsung firasat buruk kalau bensinnya bakalan habis. Gue langsung tancap gas aja. Tapi, baru sampai persimpangan motor udah gak bisa di gas lagi. motornya gak bisa di starter lagi. Mati total

Yang dipikiran gue waktu itu cuman...GIMANA GUE PULANGG . . . DOMPET DIKANTONG KETINGGALAN LAGI... HANDPHONE GAK ADA. rasanya gue mau teriak ke langit dan duniaaa gak adilll..

Sempat begongnya mau ngapain. Mau derek motor sampai rumah, inget jarakanya masih berkilo-kilo meter. Mau nangis di pinggir jalan, nanti dikira hantu lagi karena jalan emang sepi. Akhirnya gue putusin buat derek ini motor aja sampai rumah.

Seperempat jalan gue derek motor. Akhirnya malaikat pun datang, lebih tepatnya datang seorang pria yang agak tua. Nanyain gue
“dek... kenapa? Bensin nya habis?” (dengan muka ramah)

“ehh iya nih pak” (gue langsung anggukin kepala)

“Oh, nih ambil sedikit bensin bapak” (bapak menawarkan seperti malaikat)

Absurd di Twitter

About Blog

www.adifebrian.com adalah personal blog dari Adi Febrian seorang pelajar dengan hal-hal random yang di tulis di blog nya yang dia sebut sebagai digital diary's Selengkapnya

Fanspage